Senin, 30 April 2012
Pembuatan Antivirus Sederhana Dengan Ceksum
Jika anda seorang “Pakar Antivirus” maka jangan sia-siakan waktu anda hanya untuk membaca tulisan ini, tulisan ini hanya mengulas sedikit tentang konsep dasar pembuatan Antivirus Sederhana dengan Ceksum. Tulisan ini sengaja saya buat sebagai pelengkap buku yang pernah saya tulis “Cara Mudah Membuat Antivirus Komputer” (mediakita) dari hasil aspirasi beberapa pembaca yang memang belum memahami dasar dari pembuatan Antivirus dengan Ceksum.
Let’s Begin..
Seperti yang pernah saya tulis pada buku tersebut, bahwa pembuatan Antivirus tidak akan pernah terlepas dari metode kalkulasi Byte dari suatu file yang sering disebut dengan teknik hashing sehingga dari hasil kalkulasi Byte akan dihasilkan nilai ceksum. Yang dimaksud ceksum disini adalah nilai ringkas suatu file, dimana ceksum dapat diperoleh dengan berbagai metode kalkulasi seperti MD5, Addler32, ataupun CRC32. Yang penting kalkulasi tersebut bersifat meringkas data dan menghasilkan nilai yang variatif sesuai data (byte) yang dikalkulasikan.
Jika anda belum memahami apa itu ceksum, maka dapat saya analogikan dengan manusia. Dimana setiap manusia pasti memiliki ‘DNA’, dimana suatu DNA pada manusia (katanya) hamper tidak mungkin sama . Entah bagaimana metode komputer untuk menghitung yang jelas DNA dapat dipakai sebagai metode pembeda antara manusia satu dengan manusia lainya. Sama halnya dengan metode kalkulasi ceksum, dimana hasil hashing (yang baik) tidak akan menghasilkan nilai yang berbeda pada data (file) yang berbeda sehingga dapat dipakai sebagai database untuk mengingat suatu virus.
Bagai mana mendapatkan virus dengan ceksum?
Secara singkat cara kerja antivirus yang menggunakan ceksum adalah sebagai berikut
Pada alur proses diatas dapat kita lihat bahwa data ceksum yang diperoleh dari suatu file akan dicocokan dengan database yang ada, dimana database berisi data-data dari ceksum virus yang telah ditambahkan. Ketika ada yang cocok maka Antivirus akan menganggap file yang sedang dipindai (scan) adalah sebuah virus sesuai database, jika tidak maka Antivirus akan melanjutkan proses lainya.
Membuat Antivirus Sederhana:
Disini saya sudah membuat projek pelengkap tulisan ini untuk dapat anda pelajari, walapun sederhana namun projek ini sudah dapat mewakili kerja Antivirus dengan metode Ceksum.
Fungsi-fungsi komponen
Tombol “….” : berfungsi untuk memilih file target untuk di cek dari virus ataupun dicek nilai ceksum (CRC32 nya)
Tombol “HASH” : mendapatkan nilai CRC32 dari file target, nilai ceksum CRC32 akan ditampung di keterangan
Tombol “CEK” : melakukan pengecekan file target dari suatu virus, hasil cek akan ditampung di Kterangan.
Database dari virus disimpan di file “database.db” satu path dengan aplikasi Antivirus. Disini saya sudah menambahkan 2 ceksum virus (mainan) yang ada pada folder “virus” berisi 2 file bernama virus1.exe dan virus2.exe.
Testing Hash
Testing Cek
Menambahkan Database Virus
Unru menambahkan database virus caranya cukup mudah, dapatkan nilai ceksum virus dengan ombol “HASH” lalu buka file “database.db” dan tambahkan data virus dengan format “CeksumVirus=NamaVirus”.
Untuk melengkapi ini saya sertakan lampiran yang berisi berbagai pendukung artikel yang berisi source code VB6.0 dan sample virus mainan.
Silahkan Unduh dalam Lampiran ini artikel ini
Cara Membuat AntiVirus Sendiri
Pernahkah anda kenal dg anti virus yang bernama ARTAV..!!
atau AV yg lainnya..
Mungkin sekarang kita g heran lagi yg kayak gtuan..
Contohnya yg baru ini,ada lagi blog tetangga yg share antivirus buatan dia(ngakunya dia)..
Emang Sekarang kehadiran para virus maker (–selanjutnya disingkat jadi VM
saja) lokal telah membuat gerah para user komputer tanah air. Bisa
dibayangkan bila dari sekian banyak virus lokal tidak satu-dua yang
menghancurkan data (terutama bagi file office; word, excel, dll…). Bagi
para vendor Anti Virus (–selanjutnya disingkat menjadi AV saja)
fenomena ini adalah lahan bisnis untuk produk mereka. Sebut saja
NORMAN, yang kini men-support perusahaan konsultan virus lokal
(–VAKSIN.COM) , Symantec, McAffe, NOD32, dan sebagainya. Dengan
menawarkan update definisi software AV tercepat, engine scanner paling
sensitif, dan lain-lain merupakan kiat untuk memancing para korban
virus membeli dan menggunakan software AV mereka. Bagi penulis sendiri
hal ini memang agak memberatkan mengingat update file definisi atau
engine AV tsb haruslah melalui koneksi internet. Lalu bagaimana yang
tidak mempunyai akses sama sekali? Konsekuensinya iyalah tertinggal
dalam hal pengenalan varian virus baru yang pada ujung-ujungnya membuat
AV yang sudah terinstall bagai 'Macan Ompong'. Kalau kita membuat AV
sendiri bagaimana? dengan database definisi yang bisa diupdate oleh
kita bahkan dapat saling tukar dengan teman? Bisa saja, dengan syarat
mau mempelajari sedikit teknik pemograman.
Jadi intinya sekarang Gua kasih bocoran dkt buat kalian,,
gimana mereka melakukannya..yook mulai...
Pertama kita harus mengerti bagaimana cara kerja
sebuah AV sederhana, pada dasarnya sebuah software AV mempunyai
komponen-komponen :
1. Engine scanner, ini merupakan komponen utama AV
dalam mengenali sebuah pattern virus. Engine ini dapat dikelompokkan
menjadi statis dan dinamis. Statis dalam hal ini dapat disebut menjadi
spesifik terhadap pattern tertentu dari sebuah file virus. Checksum
merupakan salah satu contoh dari engine statis ini. Dinamis dalam
artian dia mengenali perilaku 'umum' sebuah virus. Heuristic menjadi
salah satu contohnya.
2. Database definition, menjadi sebuah referensi dari sebuah pattern
file virus. Engine statis sangat bergantung kepada komponen ini.
3. Decompress atau unpacking engine, khusus untuk pengecekan file-file
yang terkompresi (*.rar, *.zip, dll) atau kompresi atau packing untuk
file PE seperti UPX, MeW , dll.
Tidak jarang hasil dari pengecekan terhadap file
suspect virus menghasilkan false-positive bahkan false-negative (–
false-positive berarti file yang bersih dianggap thread oleh AV, dan
false-negative berarti file yang 100% thread akan dianggap bersih).
Semua itu dapat diakibatkan oleh ketidak-sempurnaan dari engine scanner
itu sendiri. Misal
pada contoh kasus Engine String scanner (–Engine scanner yang
menyeleksi string-string dari file text-based), bila diterapkan rule 3
out of 5 (– bila AV menemukan 3 dari daftar 5 string kategori
malicious) maka AV akan memberikan bahwa file terindikasi sebuah thread
yang positif. Padahal file tsb nyatanya tidak menimbulkan efek
berbahaya bila dijalankan atau dieksekusi. Kesalahan scanning macam ini
lazim ditemukan untuk file-file *.VBS, *.HTML, dll. Untuk penggunaan
engine checksum sangat banyak ditemui di beberapa software AV lokal.
Checksum yang lazim digunakan diantaranya CRC16, CRC32, MD5, dll.
Dikarenakan mudah untuk diimplementasikan. Engine ini sendiri bukannya
tanpa cacat, Checksum bekerja dengan memproses byte demi byte dari
sebuah file dengan sebuah algoritma tertenu (– tergantung dari jenis
checksum yang digunakan) sehingga menghasilkan sebuah format tertentu
dari file tsb. Contoh checksum menggunakan CRC32 dan MD5 :
* calCrc = CRC32(file_name_and_path)
* calMD5 = MD5(file_name_and_path)
Maka isi dari string calCrc adalah 7AF9E376,
sedangkan untuk MD5nya adalah 529CA8050A00180790CF88B63468826A. Perlu
diketahui bila virus menerapkan rutin yang mengubah byte tertentu dari
badan virus tsb setiap kali maka penggunaan engine checksum ini akan
kurang optimal karena bila 1 byte berubah dari file maka checksum juga
akan berubah.
Mari kita belajar membuat sebuah AV sederhana, yang diperlukan :
1. Software Visual Basic 6.0
2. Sedikit pemahaman akan pemograman Visual Basic 6.0
3. Sampel file bersih atau virus (– opsional)
First#
Sekarang kita akan belajar membuat sebuah rutin sederhana untuk :
- Memilih file yang akan dicek
- Membuka file tersebut dalam mode binary
- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum
Buka MS-Visual Basic 6.0 anda, lalu buatlah sebuah
class module dan Form dengan menambahkan sebuah objek Textbox,
CommonDialog dan Command Button. (Objek CommonDialog dapat ditambahkan
dengan memilih Project -> COmponent atau Ctrl-T dan memilih
Microsoft Common Dialog Control 6.0) Ketikkan kode berikut pada class
module (kita beri nama class module tsb clsCrc) :
================= START HERE ====================
Private crcTable(0 To 255) As Long 'crc32
Public Function CRC32(ByRef bArrayIn() As Byte, ByVal lLen As Long, Optional ByVal lcrc As Long = 0) As Long
'bArrayIn adalah array byte dari file yang dibaca, lLen adalah ukuran atau size file
Dim lCurPos As Long 'Current position untuk iterasi proses array bArrayIn
Dim lTemp As Long 'variabel temp hasil perhitungan
If lLen = 0 Then Exit Function 'keluar fungsi apabila ukuran file = 0
lTemp = lcrc Xor &HFFFFFFFF
For lCurPos = 0 To lLen
lTemp = (((lTemp And &HFFFFFF00) \\ &H100) And &HFFFFFF) Xor (crcTable((lTemp And 255) Xor bArrayIn(lCurPos)))
Next lCurPos
CRC32 = lTemp Xor &HFFFFFFFF
End Function
Private Function BuildTable() As Boolean
Dim i As Long, x As Long, crc As Long
Const Limit = &HEDB88320
For i = 0 To 255
crc = i
For x = 0 To 7
If crc And 1 Then
crc = (((crc And &HFFFFFFFE) \\ 2) And &H7FFFFFFF) Xor Limit
Else
crc = ((crc And &HFFFFFFFE) \\ 2) And &H7FFFFFFF
End If
Next x
crcTable(i) = crc
Next i
End Function
Private Sub Class_Initialize()
BuildTable
End Sub
================= END HERE ====================
Lalu ketikkan kode berikut dalam event Command1_Click :
================= START HERE ====================
Dim namaFileBuka As String, HasilCrc As String
Dim CCrc As New clsCrc 'bikin objek baru dari class ClsCrc
Dim calCrc As Long
Dim tmp() As Byte 'array buat file yang dibaca
Private Sub Command1_Click()
CommonDialog1.CancelError = True 'error bila user mengklik cancel pada CommonDialog
CommonDialog1.DialogTitle = "Baca File" 'Caption commondialog
On Error GoTo erorhandle 'label error handle
CommonDialog1.ShowOpen
namafilbuka = CommonDialog1.FileName
Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 'buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary
ReDim tmp(LOF(1) - 1) As Byte 'deklarasi ulang untuk array, # Bugs Fixed #
Get #1, , tmp()
Close #1
calCrc = UBound(tmp) 'mengambil ukuran file dari array
calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) 'hitung CRC
HasilCrc = Hex(calCrc) 'diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric
Text1.Text = HasilCrc 'tampilkan hasilnya
Exit Sub
erorhandle:
If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description 'error number
32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file
================= END HERE ====================
COba anda jalankan program diatas dengan memencet
tombol F5, lalu klik Command1 untuk memilih dan membuka file. Maka
program akan menampilkan CRC32nya.
Second#
Kode diatas dapat kita buat menjadi sebuah rutin pengecekan file
suspect virus dengan antara membandingkan hasil CRC32nya dan database
CRC kita sendiri. Algoritmanya adalah :
- Memilih file yang akan dicek
- Membuka file tersebut dalam mode binary
- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum
- Buka file database
- Ambil isi file baris demi baris
- Samakan Checksum hasil perhitungan dengan checksum dari file
Format file database dapat kita tentukan sendiri, misal :
- FluBurung.A=ABCDEFGH
- Diary.A=12345678
Dimana FluBurung.A adalah nama virus dan ABCDEFGH dalah Crc32nya. Jika
kita mempunyai format file seperti diatas, maka kita perlu membaca file
secara sekuensial per baris serta memisahkan antara nama virus dan
Crc32nya. Dalam hal ini yang menjadi pemisah adalah karakter '='.
Buat 1 module baru (– diberi nama module1) lalu isi dengan kode :
================= START HERE ====================
Public namaVirus As String, CrcVirus As String
'deklarasi variabel global untuk nama dan CRC virus Public pathExe as
String 'deklarasi variabel penyimpan lokasi file EXE AV kita
Public Function cariDatabase(Crc As String, namaFileDB As String) As Boolean
Dim lineStr As String, tmp() As String 'variabel penampung untuk isi file
Open namaFileDB For Input As #1 'buka file dengan mode input
Do
Line Input #1, lineStr
tmp = Split(lineStr, "=") 'pisahkan isi file bedasarkan pemisah karakter '='
namaVirus = tmp(0) 'masukkan namavirus ke variabel dari array
CrcVirus = tmp(1) 'masukkan Crcvirus ke variabel dari array
If CrcVirus = Crc Then 'bila CRC perhitungan cocok/match dengan database
cariDatabase = True 'kembalikan nilai TRUE
Exit Do 'keluar dari perulangan
End If
Loop Until EOF(1)
Close #1
End Function
================= END HERE ====================
Lalu tambahkan 1 objek baru kedalam Form, yaitu
Command button2. lalu ketikkan listing kode berikut kedalam event
Command2_Click :
================= START HERE ====================
If Len(App.Path) <= 3 Then 'bila direktori kita adalah root direktori
pathEXE = App.Path
Else
pathEXE = App.Path & "\\"
End If
CommonDialog1.CancelError = True 'error bila user mengklik cancel pada CommonDialog
CommonDialog1.DialogTitle = "Baca File" 'Caption commondialog
On Error GoTo erorhandle 'label error handle
CommonDialog1.ShowOpen
namafilbuka = CommonDialog1.FileName
Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 'buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary
ReDim tmp(LOF(1) - 1) As Byte 'deklarasi ulang untuk array # Bugs Fixed #
Get #1, , tmp()
Close #1
calCrc = UBound(tmp) 'mengambil ukuran file dari array
calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) 'hitung CRC
HasilCrc = Hex(calCrc) 'diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric
If cariDatabase(HasilCrc, pathEXE & "DB.txt") Then 'bila fungsi bernilai TRUE
MsgBox "Virus ditemukan : " & namaVirus 'tampilkan message Box
End If
Exit Sub
erorhandle:
If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description 'error number
32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file
================= END HERE ====================
Fitur AV sederhana ini dapat ditambahkan dengan
fitur process scanner, akses registry, real-time protection (RTP) dan
lain lain. Untuk process scanner pada dasarnya adalah teknik enumerasi
seluruh proses yang sedang berjalan pada Sistem Operasi, lalu mencari
letak atau lokasi file dan melakukan proses scanning. Fitur akses
registry memungkinkan kita untuk mengedit secara langsung registry
windows apabila akses terhadap registry (–Regedit) diblok oleh virus.
Sedangkan fitur RTP memungkinkan AV kita berjalan secara simultan
dengan windows explorer untuk mengscan direktori atau file yang sedang
kita browse atau lihat. Untuk ketiga fitur lanjutan ini akan dibahas
pada artikel selanjutnya.
Kesimpulan#
Tidak harus membeli software AV yang mahal untuk menjaga komputer kita
dari ancaman virus, kita bisa membuatnya sendiri dengan fitur-fitur
yang tak kalah bagusnya. Memang terdapat ketidaksempurnaan dalam AV
buatan sendiri ini, tetapi setidaknya dapat dijadikan pencegah dari
infeksi virus komputer yang semakin merajalela. Software AV sederhana
ini dilengkapi oleh engine scanner statis dan database definisi. Tidak
tertutup kemungkinan software AV ini ditingkatkan lebih advanced dalam
hal engine scannernya.
atau AV yg lainnya..
Mungkin sekarang kita g heran lagi yg kayak gtuan..
Contohnya yg baru ini,ada lagi blog tetangga yg share antivirus buatan dia(ngakunya dia)..
Emang Sekarang kehadiran para virus maker (–selanjutnya disingkat jadi VM
saja) lokal telah membuat gerah para user komputer tanah air. Bisa
dibayangkan bila dari sekian banyak virus lokal tidak satu-dua yang
menghancurkan data (terutama bagi file office; word, excel, dll…). Bagi
para vendor Anti Virus (–selanjutnya disingkat menjadi AV saja)
fenomena ini adalah lahan bisnis untuk produk mereka. Sebut saja
NORMAN, yang kini men-support perusahaan konsultan virus lokal
(–VAKSIN.COM) , Symantec, McAffe, NOD32, dan sebagainya. Dengan
menawarkan update definisi software AV tercepat, engine scanner paling
sensitif, dan lain-lain merupakan kiat untuk memancing para korban
virus membeli dan menggunakan software AV mereka. Bagi penulis sendiri
hal ini memang agak memberatkan mengingat update file definisi atau
engine AV tsb haruslah melalui koneksi internet. Lalu bagaimana yang
tidak mempunyai akses sama sekali? Konsekuensinya iyalah tertinggal
dalam hal pengenalan varian virus baru yang pada ujung-ujungnya membuat
AV yang sudah terinstall bagai 'Macan Ompong'. Kalau kita membuat AV
sendiri bagaimana? dengan database definisi yang bisa diupdate oleh
kita bahkan dapat saling tukar dengan teman? Bisa saja, dengan syarat
mau mempelajari sedikit teknik pemograman.
Jadi intinya sekarang Gua kasih bocoran dkt buat kalian,,
gimana mereka melakukannya..yook mulai...
Pertama kita harus mengerti bagaimana cara kerja
sebuah AV sederhana, pada dasarnya sebuah software AV mempunyai
komponen-komponen :
1. Engine scanner, ini merupakan komponen utama AV
dalam mengenali sebuah pattern virus. Engine ini dapat dikelompokkan
menjadi statis dan dinamis. Statis dalam hal ini dapat disebut menjadi
spesifik terhadap pattern tertentu dari sebuah file virus. Checksum
merupakan salah satu contoh dari engine statis ini. Dinamis dalam
artian dia mengenali perilaku 'umum' sebuah virus. Heuristic menjadi
salah satu contohnya.
2. Database definition, menjadi sebuah referensi dari sebuah pattern
file virus. Engine statis sangat bergantung kepada komponen ini.
3. Decompress atau unpacking engine, khusus untuk pengecekan file-file
yang terkompresi (*.rar, *.zip, dll) atau kompresi atau packing untuk
file PE seperti UPX, MeW , dll.
Tidak jarang hasil dari pengecekan terhadap file
suspect virus menghasilkan false-positive bahkan false-negative (–
false-positive berarti file yang bersih dianggap thread oleh AV, dan
false-negative berarti file yang 100% thread akan dianggap bersih).
Semua itu dapat diakibatkan oleh ketidak-sempurnaan dari engine scanner
itu sendiri. Misal
pada contoh kasus Engine String scanner (–Engine scanner yang
menyeleksi string-string dari file text-based), bila diterapkan rule 3
out of 5 (– bila AV menemukan 3 dari daftar 5 string kategori
malicious) maka AV akan memberikan bahwa file terindikasi sebuah thread
yang positif. Padahal file tsb nyatanya tidak menimbulkan efek
berbahaya bila dijalankan atau dieksekusi. Kesalahan scanning macam ini
lazim ditemukan untuk file-file *.VBS, *.HTML, dll. Untuk penggunaan
engine checksum sangat banyak ditemui di beberapa software AV lokal.
Checksum yang lazim digunakan diantaranya CRC16, CRC32, MD5, dll.
Dikarenakan mudah untuk diimplementasikan. Engine ini sendiri bukannya
tanpa cacat, Checksum bekerja dengan memproses byte demi byte dari
sebuah file dengan sebuah algoritma tertenu (– tergantung dari jenis
checksum yang digunakan) sehingga menghasilkan sebuah format tertentu
dari file tsb. Contoh checksum menggunakan CRC32 dan MD5 :
* calCrc = CRC32(file_name_and_path)
* calMD5 = MD5(file_name_and_path)
Maka isi dari string calCrc adalah 7AF9E376,
sedangkan untuk MD5nya adalah 529CA8050A00180790CF88B63468826A. Perlu
diketahui bila virus menerapkan rutin yang mengubah byte tertentu dari
badan virus tsb setiap kali maka penggunaan engine checksum ini akan
kurang optimal karena bila 1 byte berubah dari file maka checksum juga
akan berubah.
Mari kita belajar membuat sebuah AV sederhana, yang diperlukan :
1. Software Visual Basic 6.0
2. Sedikit pemahaman akan pemograman Visual Basic 6.0
3. Sampel file bersih atau virus (– opsional)
First#
Sekarang kita akan belajar membuat sebuah rutin sederhana untuk :
- Memilih file yang akan dicek
- Membuka file tersebut dalam mode binary
- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum
Buka MS-Visual Basic 6.0 anda, lalu buatlah sebuah
class module dan Form dengan menambahkan sebuah objek Textbox,
CommonDialog dan Command Button. (Objek CommonDialog dapat ditambahkan
dengan memilih Project -> COmponent atau Ctrl-T dan memilih
Microsoft Common Dialog Control 6.0) Ketikkan kode berikut pada class
module (kita beri nama class module tsb clsCrc) :
================= START HERE ====================
Private crcTable(0 To 255) As Long 'crc32
Public Function CRC32(ByRef bArrayIn() As Byte, ByVal lLen As Long, Optional ByVal lcrc As Long = 0) As Long
'bArrayIn adalah array byte dari file yang dibaca, lLen adalah ukuran atau size file
Dim lCurPos As Long 'Current position untuk iterasi proses array bArrayIn
Dim lTemp As Long 'variabel temp hasil perhitungan
If lLen = 0 Then Exit Function 'keluar fungsi apabila ukuran file = 0
lTemp = lcrc Xor &HFFFFFFFF
For lCurPos = 0 To lLen
lTemp = (((lTemp And &HFFFFFF00) \\ &H100) And &HFFFFFF) Xor (crcTable((lTemp And 255) Xor bArrayIn(lCurPos)))
Next lCurPos
CRC32 = lTemp Xor &HFFFFFFFF
End Function
Private Function BuildTable() As Boolean
Dim i As Long, x As Long, crc As Long
Const Limit = &HEDB88320
For i = 0 To 255
crc = i
For x = 0 To 7
If crc And 1 Then
crc = (((crc And &HFFFFFFFE) \\ 2) And &H7FFFFFFF) Xor Limit
Else
crc = ((crc And &HFFFFFFFE) \\ 2) And &H7FFFFFFF
End If
Next x
crcTable(i) = crc
Next i
End Function
Private Sub Class_Initialize()
BuildTable
End Sub
================= END HERE ====================
Lalu ketikkan kode berikut dalam event Command1_Click :
================= START HERE ====================
Dim namaFileBuka As String, HasilCrc As String
Dim CCrc As New clsCrc 'bikin objek baru dari class ClsCrc
Dim calCrc As Long
Dim tmp() As Byte 'array buat file yang dibaca
Private Sub Command1_Click()
CommonDialog1.CancelError = True 'error bila user mengklik cancel pada CommonDialog
CommonDialog1.DialogTitle = "Baca File" 'Caption commondialog
On Error GoTo erorhandle 'label error handle
CommonDialog1.ShowOpen
namafilbuka = CommonDialog1.FileName
Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 'buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary
ReDim tmp(LOF(1) - 1) As Byte 'deklarasi ulang untuk array, # Bugs Fixed #
Get #1, , tmp()
Close #1
calCrc = UBound(tmp) 'mengambil ukuran file dari array
calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) 'hitung CRC
HasilCrc = Hex(calCrc) 'diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric
Text1.Text = HasilCrc 'tampilkan hasilnya
Exit Sub
erorhandle:
If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description 'error number
32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file
================= END HERE ====================
COba anda jalankan program diatas dengan memencet
tombol F5, lalu klik Command1 untuk memilih dan membuka file. Maka
program akan menampilkan CRC32nya.
Second#
Kode diatas dapat kita buat menjadi sebuah rutin pengecekan file
suspect virus dengan antara membandingkan hasil CRC32nya dan database
CRC kita sendiri. Algoritmanya adalah :
- Memilih file yang akan dicek
- Membuka file tersebut dalam mode binary
- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum
- Buka file database
- Ambil isi file baris demi baris
- Samakan Checksum hasil perhitungan dengan checksum dari file
Format file database dapat kita tentukan sendiri, misal :
- FluBurung.A=ABCDEFGH
- Diary.A=12345678
Dimana FluBurung.A adalah nama virus dan ABCDEFGH dalah Crc32nya. Jika
kita mempunyai format file seperti diatas, maka kita perlu membaca file
secara sekuensial per baris serta memisahkan antara nama virus dan
Crc32nya. Dalam hal ini yang menjadi pemisah adalah karakter '='.
Buat 1 module baru (– diberi nama module1) lalu isi dengan kode :
================= START HERE ====================
Public namaVirus As String, CrcVirus As String
'deklarasi variabel global untuk nama dan CRC virus Public pathExe as
String 'deklarasi variabel penyimpan lokasi file EXE AV kita
Public Function cariDatabase(Crc As String, namaFileDB As String) As Boolean
Dim lineStr As String, tmp() As String 'variabel penampung untuk isi file
Open namaFileDB For Input As #1 'buka file dengan mode input
Do
Line Input #1, lineStr
tmp = Split(lineStr, "=") 'pisahkan isi file bedasarkan pemisah karakter '='
namaVirus = tmp(0) 'masukkan namavirus ke variabel dari array
CrcVirus = tmp(1) 'masukkan Crcvirus ke variabel dari array
If CrcVirus = Crc Then 'bila CRC perhitungan cocok/match dengan database
cariDatabase = True 'kembalikan nilai TRUE
Exit Do 'keluar dari perulangan
End If
Loop Until EOF(1)
Close #1
End Function
================= END HERE ====================
Lalu tambahkan 1 objek baru kedalam Form, yaitu
Command button2. lalu ketikkan listing kode berikut kedalam event
Command2_Click :
================= START HERE ====================
If Len(App.Path) <= 3 Then 'bila direktori kita adalah root direktori
pathEXE = App.Path
Else
pathEXE = App.Path & "\\"
End If
CommonDialog1.CancelError = True 'error bila user mengklik cancel pada CommonDialog
CommonDialog1.DialogTitle = "Baca File" 'Caption commondialog
On Error GoTo erorhandle 'label error handle
CommonDialog1.ShowOpen
namafilbuka = CommonDialog1.FileName
Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 'buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary
ReDim tmp(LOF(1) - 1) As Byte 'deklarasi ulang untuk array # Bugs Fixed #
Get #1, , tmp()
Close #1
calCrc = UBound(tmp) 'mengambil ukuran file dari array
calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) 'hitung CRC
HasilCrc = Hex(calCrc) 'diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric
If cariDatabase(HasilCrc, pathEXE & "DB.txt") Then 'bila fungsi bernilai TRUE
MsgBox "Virus ditemukan : " & namaVirus 'tampilkan message Box
End If
Exit Sub
erorhandle:
If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description 'error number
32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file
================= END HERE ====================
Fitur AV sederhana ini dapat ditambahkan dengan
fitur process scanner, akses registry, real-time protection (RTP) dan
lain lain. Untuk process scanner pada dasarnya adalah teknik enumerasi
seluruh proses yang sedang berjalan pada Sistem Operasi, lalu mencari
letak atau lokasi file dan melakukan proses scanning. Fitur akses
registry memungkinkan kita untuk mengedit secara langsung registry
windows apabila akses terhadap registry (–Regedit) diblok oleh virus.
Sedangkan fitur RTP memungkinkan AV kita berjalan secara simultan
dengan windows explorer untuk mengscan direktori atau file yang sedang
kita browse atau lihat. Untuk ketiga fitur lanjutan ini akan dibahas
pada artikel selanjutnya.
Kesimpulan#
Tidak harus membeli software AV yang mahal untuk menjaga komputer kita
dari ancaman virus, kita bisa membuatnya sendiri dengan fitur-fitur
yang tak kalah bagusnya. Memang terdapat ketidaksempurnaan dalam AV
buatan sendiri ini, tetapi setidaknya dapat dijadikan pencegah dari
infeksi virus komputer yang semakin merajalela. Software AV sederhana
ini dilengkapi oleh engine scanner statis dan database definisi. Tidak
tertutup kemungkinan software AV ini ditingkatkan lebih advanced dalam
hal engine scannernya.
Membuat antivirus sederhana
Pernah coba nyingkirin virus tanpa antivirus ga?
Mungkin banyak yang pernah ngambil jalan pintas (nginstall ulang system Windows) klo bahkan antivirus ga bisa nyembuhim virus yang bikin system Windows keok..
Tapi itu sih ga keren, bahkan banyak ngabisin waktu..
Ada cara buat bikin komputer kita aman dari virus atau kehilangan data atau hal merugikan lainnya (kecuali hardware).
Ini pengalaman penulis yang hampir nyerah ngadepin Trojan.Horse.
Buat melumpuhkan virus
1. Untuk melumpuhkan virus ada baikknya make antivirus dulu, klo buat virus lokal yang baru-baru, mending make PCMAV terbaru. Tapi kalo pengen keliatan keren (bisa ngilangin virus tanpa antivirus), langsung ke no 2.
2. untuk ngelakuinnya perlu 2 Tools (autoruns.exe dan procexp.exe) yang tersedia di http://anakib.web.id/share/. Download dua file tersebut, soalnya alat2 nie pusaka rahasia penulis.. (rahasia???)
3. Buka procexp, lalu liatin program yang kira2 mencurigakan, biasanya virus2 make nama aneh, misalnya virus PendekarBlank (make empty.jpg, blank.doc, zero.txt, hole.zip, unoccupied.reg), ntde1ect.com, rund1132.exe, M5VBVM60.EXE, dllchache.exe, shell32.com, regedit32.com, aut0exec.bat
4. Lalu matiin tu virus yang lagi jalan, tapi buat virus yang klo dah dimatiin (task kill) tetep jalan, harus make cara yang kaya dibawah..
contoh script batch windows sederhana buat virus PendekarBlank
@echo off
color 0a
title Dokter_V
taskkill /im unoccupied.reg
taskkill /im empty.jpg
taskkill /im blank.doc
taskkill /im zero.txt
taskkill /im hole.zip (ulangin proses taskkill ini sebanyak banyaknya ampe virus ini bener-bener mati di memory)
cd %windir%
attrib -R -A -S -H system32.exe
del system32.exe
cd %windir%\system32
attrib -R -A -S -H dllchache.exe
attrib -R -A -S -H M5VBVM60.EXE
attrib -R -A -S -H rund1132.exe
del dllchache.exe
del M5VBVM60.EXE
del rund1132.exe
cd %windir%\system32\dllcache
attrib -R -A -S -H *.*
del regedit32.com
del shell32.com
cd %windir%
cd..
attrib -R -A -S -H aut0exec.bat
del aut0exec.bat
cd %windir%\system32\dllchache
attrib -R -A -S -H *.*
del /q /f *.*
rd /s /q %windir%\system32\dllchache
cls
echo.
echo Pendekar Blank Telah Dibasmi..
echo.
Pause
5. Kalo dah mati, ama file virus induk dah mati, saatnya hilangin registry yang dibuat ama virus, ato paling ga hilangin dari autorun make autoruns.exe, cari file-file yang kira-kira mencurigakan yang bakal ngaktifin virus lagi, trus disable deh..
6. trus coba restart buat mastiin dah sukses ato belum..
Mungkin banyak yang pernah ngambil jalan pintas (nginstall ulang system Windows) klo bahkan antivirus ga bisa nyembuhim virus yang bikin system Windows keok..
Tapi itu sih ga keren, bahkan banyak ngabisin waktu..
Ada cara buat bikin komputer kita aman dari virus atau kehilangan data atau hal merugikan lainnya (kecuali hardware).
Ini pengalaman penulis yang hampir nyerah ngadepin Trojan.Horse.
Buat melumpuhkan virus
1. Untuk melumpuhkan virus ada baikknya make antivirus dulu, klo buat virus lokal yang baru-baru, mending make PCMAV terbaru. Tapi kalo pengen keliatan keren (bisa ngilangin virus tanpa antivirus), langsung ke no 2.
2. untuk ngelakuinnya perlu 2 Tools (autoruns.exe dan procexp.exe) yang tersedia di http://anakib.web.id/share/. Download dua file tersebut, soalnya alat2 nie pusaka rahasia penulis.. (rahasia???)
3. Buka procexp, lalu liatin program yang kira2 mencurigakan, biasanya virus2 make nama aneh, misalnya virus PendekarBlank (make empty.jpg, blank.doc, zero.txt, hole.zip, unoccupied.reg), ntde1ect.com, rund1132.exe, M5VBVM60.EXE, dllchache.exe, shell32.com, regedit32.com, aut0exec.bat
4. Lalu matiin tu virus yang lagi jalan, tapi buat virus yang klo dah dimatiin (task kill) tetep jalan, harus make cara yang kaya dibawah..
contoh script batch windows sederhana buat virus PendekarBlank
@echo off
color 0a
title Dokter_V
taskkill /im unoccupied.reg
taskkill /im empty.jpg
taskkill /im blank.doc
taskkill /im zero.txt
taskkill /im hole.zip (ulangin proses taskkill ini sebanyak banyaknya ampe virus ini bener-bener mati di memory)
cd %windir%
attrib -R -A -S -H system32.exe
del system32.exe
cd %windir%\system32
attrib -R -A -S -H dllchache.exe
attrib -R -A -S -H M5VBVM60.EXE
attrib -R -A -S -H rund1132.exe
del dllchache.exe
del M5VBVM60.EXE
del rund1132.exe
cd %windir%\system32\dllcache
attrib -R -A -S -H *.*
del regedit32.com
del shell32.com
cd %windir%
cd..
attrib -R -A -S -H aut0exec.bat
del aut0exec.bat
cd %windir%\system32\dllchache
attrib -R -A -S -H *.*
del /q /f *.*
rd /s /q %windir%\system32\dllchache
cls
echo.
echo Pendekar Blank Telah Dibasmi..
echo.
Pause
5. Kalo dah mati, ama file virus induk dah mati, saatnya hilangin registry yang dibuat ama virus, ato paling ga hilangin dari autorun make autoruns.exe, cari file-file yang kira-kira mencurigakan yang bakal ngaktifin virus lagi, trus disable deh..
6. trus coba restart buat mastiin dah sukses ato belum..
Langganan:
Postingan (Atom)



